Kanker serviks merupakan jenis kanker paling mematikan
yang menimpa Bunda di Indonesia. Setiap dua menit, diperkirakan seorang wanita
meninggal karena jenis kanker yang satu ini. Kanker yang disebabkan oleh virus
HPV (Human Papilloma Virus) ini ditularkan melalui hubungan seksual, terutama
yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat
terjadi, baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital,
oral ke genital, maupun secara manual ke genital. Tak hanya menular melalui
cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Hal ini tentu harus membuat
Bunda semakin waspada akan kanker serviks.
Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut, yaitu munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding), keputihan yang berlebihan dan tidak normal, perdarahan di luar siklus menstruasi, serta penurunan berat badan drastis. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung, hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal. Biasanya penderita kanker serviks banyak yang tidak tertolong karena tidak menyadari bahwa mereka sudah berada pada stadium lanjut.
Bunda tentu harus melakukan upaya pencegahan yang dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya menjaga sistem kekebalan tubuh dengan cara pola makan sehat yang kaya vitamin, seperti sayuran buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Kemudian menghindari merokok, tidak melakukan hubungan seks selama masa haid karena cara ini terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks, kemudian usahakan untuk selalu melakukan pembersihan organ intim guna mencegah bertumbuhnya kotoran penyakit.
Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut, yaitu munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding), keputihan yang berlebihan dan tidak normal, perdarahan di luar siklus menstruasi, serta penurunan berat badan drastis. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung, hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal. Biasanya penderita kanker serviks banyak yang tidak tertolong karena tidak menyadari bahwa mereka sudah berada pada stadium lanjut.
Bunda tentu harus melakukan upaya pencegahan yang dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya menjaga sistem kekebalan tubuh dengan cara pola makan sehat yang kaya vitamin, seperti sayuran buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Kemudian menghindari merokok, tidak melakukan hubungan seks selama masa haid karena cara ini terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks, kemudian usahakan untuk selalu melakukan pembersihan organ intim guna mencegah bertumbuhnya kotoran penyakit.
Kesehatan Bunda adalah kesehatan bangsa. Hal ini akan
sangat tampak pada penyakit yang satu ini. Kesehatan generasi penerus bangsa
Indonesia akan sangat bergantung pada gizi dan nutrisi yang Bunda dapatkan pada
masa kehamilan. Kurangnya asupan energi dan protein menjadi penyebab utama
terjadinya malnutrisi pada balita di Indonesia. Tak heran banyak balita
terlahir ke dunia dalam keadaan yang sangat memprihatinkan, mulai dari mengidap
cacat mental, autisme, busung lapar, kelainan organ tubuh, dan lain sebagainya
karena malnutrisi.
Tentu memiliki balita yang sehat secara fisik dan mental
adalah dambaan setiap keluarga. Maka dari itu, Bunda harus memenuhi asupan
nutrisi dan gizi yang memadai agar bayi yang ada dalam kandungan senantiasa
berada dalam kondisi yang sehat dan pertumbuhannya berlangsung secara optimal.
Mengutip pernyataan Dr Aria Wibawa, SpOG (K) dari RSCM Kencana, Jakarta, “What
you eat is your baby future‘‘. Terlihat dengan jelas untuk menggambarkan betapa
pentingnya memperhatikan asupan makanan, baik sebelum dan selama kehamilan,
juga setelah melahirkan.
Melihat hal ini, maka Bunda harus memenuhi kandungan gizi
berikut agar mampu meminimalisir terjadinya penyakit ini pada sang buah hati.

bagus san,,,, untung kita laki-laki..
BalasHapusy sm2 ada untungnya sm rugi roy ...
Hapus